Taman Literasi Blok M: Ruang Singgah di Antara Keramaian

Taman Literasi Blok M Martha Christina Tiahahu menjadi tempat singgah yang nyaman untuk melepas lelah.

Jakarta, 18/03/2025 - Di antara gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan yang selalu ramai, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M menjadi ruang terbuka hijau yang menawarkan suasana lebih tenang. Letaknya yang strategis, tepat di samping Stasiun MRT Blok M BCA, membuat taman ini sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas mereka.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di taman ini, suasananya terasa santai. Beberapa orang duduk di bangku merah, ada yang sibuk dengan ponselnya, ada pula yang hanya menikmati udara sore. Sebagian pengunjung tampak berbincang dalam kelompok kecil, sementara yang lain memilih untuk duduk sendiri, menikmati suasana sekitar. Meski taman ini mengusung konsep literasi, aktivitas membaca tidak begitu terlihat. Tidak ada rak buku atau fasilitas membaca yang mencolok, dan hampir tidak ada pengunjung yang membawa buku untuk dibaca.

Di siang hari, taman relatif sepi. Beberapa orang yang baru keluar dari MRT atau pusat perbelanjaan sekitar memilih berteduh di bawah pohon atau duduk di tangga taman. Beberapa terlihat mengistirahatkan kaki mereka setelah berjalan cukup jauh. Meski pepohonan di taman cukup banyak, udara Jakarta yang panas tetap terasa, membuat orang-orang lebih memilih berteduh daripada berlama-lama di area terbuka.

Ketika sore menjelang, taman mulai lebih ramai. Beberapa kelompok kecil terlihat duduk bersama, bercengkerama sambil menikmati suasana yang perlahan menjadi lebih sejuk. Ada yang duduk di bangku, ada juga yang lebih nyaman di tepian taman, menghadap ke jalanan Blok M yang selalu sibuk. Beberapa pengunjung tampak membawa kantong belanja, mungkin baru saja membeli sesuatu dari pusat perbelanjaan sekitar.

Di satu sudut, beberapa orang terlihat berkumpul dalam obrolan santai, sementara di sisi lain, ada yang hanya duduk diam menikmati momen tenang sebelum kembali ke kesibukan. Ada juga yang menggunakan taman ini sebagai tempat bertemu dengan teman atau menunggu seseorang sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Meski namanya "Taman Literasi," fungsi taman ini lebih terasa sebagai ruang publik dibandingkan sebagai pusat literasi. Tidak ada fasilitas membaca yang menonjol, dan mayoritas pengunjung lebih memilih untuk melakukan aktivitas lain. Namun, keberadaan taman ini tetap penting bagi warga Jakarta. Di tengah hiruk-pikuk kota yang serba cepat, tempat seperti ini memberikan ruang bagi siapa saja untuk berhenti sejenak, menghirup udara segar, dan menikmati momen tanpa terburu-buru.

Bagi sebagian orang, taman ini mungkin hanya tempat singgah sementara. Namun, bagi yang lain, taman ini adalah bagian dari rutinitas mereka sebuah tempat untuk menenangkan diri, menghabiskan waktu sendiri, atau sekadar menikmati suasana Jakarta dari sudut yang lebih tenang.

Postingan populer dari blog ini

Biar Nggak Bingung! Ini Dia Cara Jitu Pinjam Buku di Perpustakaan Cikini TIM

Mengenal Dewi Lestari: Sosok di Balik Kata dan Makna

IIBF 2025 Kembali Digelar, Perkuat Industri Buku dan Literasi