Transformasi Pendidikan: Jakarta Bangun Karakter Anak Lewat Taman dan Perpustakaan
Jakarta, 13/05/2025 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk membina anak-anak yang berperilaku menyimpang melalui pendekatan edukatif dan humanis, bukan dengan cara militeristik. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan kontroversial di Jawa Barat yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer.
"Kami akan menerapkan banyak hal, tapi lebih memadatkan kegiatan-kegiatan positif. Makanya taman dibuka sampai malam, artinya membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi di tempat yang seharusnya, termasuk perpustakaan," kata Chico, dilansir dari Antara, Senin (12/5/2025).
Gubernur Jakarta Pramono Anung juga mengumumkan bahwa perpustakaan dan museum di Jakarta akan diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB. Langkah ini bertujuan untuk menyediakan ruang yang aman dan produktif bagi anak-anak dan remaja untuk belajar dan berkembang.
Pendekatan ini kontras dengan kebijakan di Jawa Barat, di mana Gubernur Dedi Mulyadi mengirim siswa bermasalah ke barak militer untuk pembinaan karakter. Kebijakan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk warga Bekasi yang melaporkan Dedi Mulyadi ke Komnas HAM karena dianggap melanggar hak asasi manusia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap bahwa pendekatan edukatif melalui taman dan perpustakaan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menangani anak-anak yang berperilaku menyimpang. Dengan menyediakan lingkungan yang mendukung dan program-program yang menarik, anak-anak diharapkan lebih termotivasi untuk belajar dan berperilaku positif.
Langkah ini menunjukkan komitmen Jakarta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif anak-anak, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.